Sabtu, 04 Juli 2015

keputusan klinik-etikolegal

MEMBUAT KEPUTUSAN KLINIK

Ada 5 dasar asuhan persalinan yang bersih dan aman, yaitu :
A. Membuat keputusan klinik
B. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi
C. Pencegahan infeksi
D. Pencatatan (rekam medis)
E. Rujukan

A. Membuat Keputusan Klinik

Membuat keputusan klinik adalah proses pemecahan masalah yang akan digunakan untuk merencanakan arahan bagi ibu dan bayi baru lahir.

Ada 4 langkah proses pengambilan keputusan klinik, yaitu :
1. Pengumpulan data
a. Data subjektif
b. Data objektif
2. Diagnosis
3. Penatalaksanaan asuhan atau perawatan
a. Membuat rencana
b. Melaksanakan rencana
4. Evaluasi

1. Pengumpulan Data


Penolong persalinan mengumpulkan data subjektif dan data objektif dari klien. Data subjektif adalah informasi yang diceritakan ibu tentang apa yang dirasakan, apa yang sedang dialami dan apa yang telah dialami, termasuk informasi tambahan dari anggota keluarga tentang status ibu. Data objektif adalah informasi yang dikumpulkan berdasarkan pemeriksaan / pengantar terhadap ibu atau bayi baru lahir.

Cara mengumpulkan data, yaitu :
1. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan
riwayat perjalanan penyakit.
2. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit, nyaman atau
terganggu (kesakitan).
3. Melakukan pemeriksaan fisik.
4. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu, misalnya pemeriksaan
laboratorium.

2. Diagnosis


Membuat diagnosa secara tepat dan cepat setelah data dikumpulkan dan dianalisa. Pencarian dan pengumpulan data untuk diagnosis merupakan proses sirkuler (melingkar) yang berlangsung secara terus-menerus bukan proses linier (berada pada satu garis lurus).

Diagnosis terdiri atas diagnosis kerja dan diagnosis defenitif. Diagnosis kerja diuji dan dipertegas atau dikaji ulang berdasarkan pengamatan dan temuan yang diperoleh secara terus-menerus. Setelah dihasilkan diagnosis defenitif barulah bidan dapat merencanakan penataksanaan kasus secara tepat.

Untuk membuat diagnosa :
1. Pastikan bahwa data-data yang ada dapat mendukung diagnosa.
2. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis
defenitif dibuat.
3. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda.

3. Penatalaksanaan Asuhan atau Perawatan


Rencana penatalaksanaan asuhan dan perawatan disusun setelah data terkumpul dan diagnosis defenitif ditegakkan. Setelah membuat rencana asuhan, laksanakan rencana tersebut tepat waktu dan mengacu pada keselamatan klien.

Pilihan intervensi efektif dipengaruhi oleh :
1. Bukti-bukti klinik
2. Keinginan dan kepercayaan ibu
3. Tempat dan waktu asuhan
4. Perlengkapan, bahan dan obat-obatan yang tersedia
5. Biaya yang diperlukan
6. Tingkat keterampilan dan pengalaman penolong persalinan
7. Akses , transportasi, dan jarak ke tempat rujukan
8. Sistem dan sumber daya yang mendukung ibu (suami, anggota keluarga,
sahabat).

4. Evaluasi
Penatalaksanaan yang telah dikerjakan harus dievaluasi untuk menilai tingkat efektivitasnya. Tentukan apakah perlu dikaji ulang atau diteruskan sesuai dengan kebutuhan saat itu atau kemajuan pengobatan.

Jadi proses pengumpulan data, membuat diagnosa, penatalaksanaan intervensi atau tindakan dan evaluasi merupakan proses sirkuler (melingkar) yang saling berhubungan.

Sumber :

Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal & Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002

Selasa, 25 November 2014

kasih sayang orangtua

kasih sayangCINTA
bukan sekedar bahagia
bukan sekedar kagum
kepada mereka
bukan pula sekedar bersyukur
telah menjadi seseorang yang mereka sayangi
Ya Allah
hamba tidak bisa berkata-kata saat di dekat mereka
belum bisa membuat mereka tersenyum lepas, tertawa tanpa beban dan bahagia oleh anaknya sendiri yaitu hamba
Ya Allah
hamba tersadarkan oleh waktu, waktu yang berputar sangat cepat, waktu yang merubah segalanya. dan waktu pula yang memisahkan hamba dengan keluarga, dengan keluarga yang menemaniku selama 18 th tanpa adanya kejauhan sama sekali.
Ya Allah
hamba tersadarkan oleh jarak, jarak yang memisahkan hamba dengan mereka, mereka orang yang hamba sangat sayangi, mereka yang sangat hamba banggakan, bangga mempunyai orang tua yang sabar, tabah dalam menghadapi anak anaknya , anaknya anaknya yang sering kali membuat mereka sedih! bahkan !. pernah membuat mereka meneteskan air mata, air mata yang mengalir di pipi mereka yang dulu halus, yang dulu kencang, kini telah kendor n berkerut. dengan seiringnya waktu...
bekerja keras, tak tau hujan, panas, jalan jauh maupun rusak tetap mereka lalui tanpa keluhan, Ya ALLAH... kini hamba cuma dapat mendengar suara, suara yang memberi inspirasi untuk anaknya... suara yang anaknya tidak tau, mereka lagi lelah, letih, capek, ataupun sakit. suara yang serasa membuat hamba bahagia, tenang oleh nya....
hamba kangen, kangen, melihat senyum mereka, tawa mereka, bahkan kangen akan omelan mereka,. papa mama I LOVE MY PARENTS... :* muach.....
YA ALLAH. semoga mereka panjang umur dan sehat selalu. bahagiakan mereka dunia n akhiratmu ya allah. hamba ingin membuat mereka bahagia karna anaknya.....